Tawadhu

Makna tawadhu’ dan cara menghilangkan kesombongan

Oleh Ustadz Abu Riyadl Nur Chalis Majid, Lc

Tawadhu adalah
Seseoarang keluar dari rumahnya kemudian ia bertemu dg seseorang kecuali menilai bahwa ia lebih baik darinya.

Jika melihat anak kecil, dia mengatakan, ’Ia belum bermaksiat kepada Allah sedangkan aku telah melakukannya, maka ia lebih baik dariku’.

Jika melihat orang yang lebih tua, dia mengatakan, ‘Orang ini telah melakukan ibadah sebelum aku melakukannya, maka tidak diragukan bahwa ia lebih baik dariku.’

Dan jika dia melihat orang alim (pandai), maka ia berkata : ’Ia telah diberi Allah ilmu lebih dibanding aku dan telah sampai pada derajat yang aku belum sampai kepadanya.’

Kalau dia melihat orang ali maksiat, ia berkata, “Ia melakukannya karena kebodohan, sedangkan aku melakukan maksiat dan tahu bahwa perbuatan itu dilarang. Maka, hujjah Allah kepadaku akan lebih menghujam.’

Jika dia bertemu orang lebih berharta maka ia berkata dalam hatinya: ia banyak harta pasti dermanya lebih banyak dariku dan tentu lebih dicintai Allah dari pada diriku…

Jika dia bertemu orang yg kurang harta dari padanya, maka ia akan berkata: sungguh ia tidak akan banyak hisabnya diakhirat krn banyak harta akan semakin menambah lama waktu hisab pada seorang hamba dihari perhitungan Amal.. Tentunya ia akan masuk surga lebih dulu dariku… Sungguh ia lebih utama dariku…

Wahai saudaraku… Masihkan ada yg tersisa dalam diri kita suatu perasaan lebih dan besar jika kita melaksanakan perbuatan tsb diatas..

InsyaAllah hati ini akan merasa tak ada hebatnya diantara manusia..
Akan bersifat tawadhu dan menjadi hamba Allah yg tidak pernah pongah dan sombong.

@kajianislamchannel

Advertisements
Posted in tarbiyah
%d bloggers like this: