Mau?

BERSANDING DENGAN SANG KEKASIH DI SURGA

✏ *Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi حفظه الله تعالى*
➡1. Kita harus ingat selalu ingat bahwa:
↬a. Kematian adalah sebuah kepastian.

↬b. Dunia ini tak lebih dari sayap nyamuk dan bangkai kambing. Tidak ada apa2 nya jika dibandingkan dg pesons Surga.

↬c. Kita di dunia hanya pengembara dan akan dimintai pertanggung jawaban atas amal kita.

↬d. Kebahagian hakiki adalah ketika seorang menginjakkan kakinya di Surga.
➡2. Bersanding dan bertetangga dekat dg orang hebat adalah sebuah kehormatan. Lantas bagaimana jika bersanding dg Nabi yg mulia?
➡3. Bersanding Nabi di dunia saja sudah suatu kemuliaan, lalu bagaimana dengan jika bisa mendampingi beliau di surga.
➡4. Jika masuk surga sj harus disertai usaha berupa amal shalih dan doa, begitu juga dg harapan menjadi Nabi di surga.
➡5. Kiat- Kiat Menjadi Pendamping Nabi Di Surga sebagai berikut:
↬1. “`Mencintai Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam“`
Disebutkan dalam Shahihain, dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, berkata: Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah tentang hari kiamat dan berkata, “Kapankah hari kiamat tiba?”, beliau menjawab, “Apa yang engkau persiapkan untuk menghadapinya ?”. Ia menjawab, “Tidak ada, melainkan saya mencintai Allah dan Rasul-Nya”. Maka Rasulullah bersabda, “Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.”
Anas bin Malik berkata: “Kami tidak pernah merasa gembira seperti kegembiraan kami dengan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
“Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai (di akhirat kelak).”
Kemudian Anas berkata: “Sungguh saya mencintai NabiShallallahu’alaihi Wasallam, Abu Bakar dan Umar dan berharap agar saya bisa bersama mereka (di akhirat kelak) disebabkan cintaku terhadap mereka, walaupun saya tidak beramal seperti amalan mareka.” (HR. Bukhari)
Tetapi pecinta sejati yang akan mendapatkan kemuliaan ini adalah yang menempuh jalan orang yang dicintainya, mengikuti jejaknya, membenarkan ucapannya, menjalankannya perintahnya, menjauhi larangannya. Bukan hanya sekedar pengakuan semata.
↬2. “`Memperbanyak Shalat“`
Disebutkan dalam Shahih Muslim, Rabi’ah bin Ka’ab Al AslamiRadhiyallahu ‘Anhu bercerita bahwa dia pernah bermalam bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Kemudian ia meyiapkan air wudhu dan keperluannya. Beliau lalu bersabda kepadaku, “Mintalah sesuatu kepadaku”, saya berkata, “Saya meminta agar saya bisa bersamamu di surga.” Beliau menjawab, “Adakah permintaan selain itu”, saya berkata, “hanya itu.” Beliau lalu bersabda, “Maka bantulah aku atas dirimu (untuk memohon kepada Allah agar memenuhi permintaanmu) dengan memperbanyak sujud (shalat)”.” (HR. Muslim)
Maka perhatikanlah sholat wajibmu dan bersemangatlah menambahnya dg sholat2 Sunnah.
↬3. “`Berakhlak Mulia“`
Dari Jabir Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallambersabda:
إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا
“Sesungguhnya orang yang paling saya cintai dan paling dekat majelisnya denganku di antara kalian hari kiamat kelak (di surga) adalah yang paling baik akhlaknya…”. (HR. Al-Tirmidzi dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani)
↬4. “`Memperbanyak Membaca Shalawat“`
Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ القِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلاَةً
“Manusia yang paling utama (dekat) denganku hari kiamat kelak adalah yang paling banyak bershalawat atasku.” (HR. Al-Tirmidzi, dan disebutkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad)
↬5. “`Merawat, Menyantuni & Membantu Anak Yatim“`
Berbuat baik kepada anak-anak yatim termasuk sebab keberuntungan di akhirat dengan mendapatkan surga tertinggi.
Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا
“Saya dan orang yang merawat anak yatim di surga kelak seperti ini,” seraya beliau mengisyaratkan jari tengah dan telunjuknya lalu merenggangkan keduanya.” (HR. Muttafaq ‘Alaih)
Ibnu Baththal Rahimahullah –disebutkan dalam  Fathul Baari- berkata: “Wajib bagi siapa yang  mendengar hadits ini untuk mengamalkannya, supaya ia bisa menemani Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di surga, dan tidak ada kedudukan di akhirat yang lebih utama darinya.”
↬6. “`Mendidik Anak-anak Wanita Agar Menjadi Mukminah Shalihah“`
Imam Bukhari meriwayatkan dalam al-Adab al-Mufrad, dari AnasRadhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda:
مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تدركَا، دَخَلْتُ أَنَا وَهُوَ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ
“Barangsiapa yang memelihara dua putri sampai baligh, aku bersamanya di surga seperti ini (jari telunjuk dan tengah)”.
Selamat mengamalkan….
🔦 Channel Lentera Da’wah
•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•

📮CHANNEL MULIA DENGAN SUNNAH 

di Telegram :  https://goo.gl/X2h0P7

🔄 Risalah Sunnah : https://goo.gl/elalbc

🛰 Android app : https://goo.gl/ozGo2Q

🌍 Website : http://www.AsySyamil.com

💠️ FB : https://goo.gl/tJdKZY

📱 WA : 081381173870 Admin

Advertisements
Posted in tarbiyah
%d bloggers like this: