Kematian yang indah


KEMATIAN YANG INDAH : KISAH MENGAGUMKAN ABU DZAR MENJELANG WAFAT BELIAU

Abû Dzar رضي الله عنه , salah satu sahabat Agung dan Mulia. Menjelang wafatnya, beliau berada di suatu daerah tandus yang jauh dari manusia, hanya berdua dengan istri terkasih.

Bacalah kisah yang mengagumkan ini!
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam _Musnad_ beliau, dari Ibrahim Ibnul Asytar, dari ayah beliau, berkata :
أَنَّ أَبَا ذَرٍّ حَضَرَهُ الْمَوْتُ وَهُوَ بِالرَّبَذَةِ فَبَكَتْ امْرَأَتُهُ فَقَالَ

🌤 Di saat menjelang wafatnya, Abu Dzar رضي الله عنه saat itu sedang berada di Rabadzah. Maka menangislah isteri beliau (Ummu Dzar).
▪Abu Dzar bertanya :

مَا يُبْكِيكِ

_Kenapa kamu menangjs?_
▫Ummu Dzar menjawab :

أَبْكِي لَا يَدَ لِي بِنَفْسِكَ وَلَيْسَ عِنْدِي ثَوْبٌ يَسَعُكَ كَفَنًا

_Saya menangis karena saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa dengan dirimu. Saya juga tidak memiliki kain kafan yang bisa digunakan untuk mengafanimu.”_
▪Abu Dzar menjawab :

لَا تَبْكِي فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ وَأَنَا عِنْدَهُ فِي نَفَرٍ يَقُولُ

_Janganlah kamu menangis (wahai istriku). Karena sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah ﷺ suatu hari bersabda, dan saya saat itu sedang berada di samping beliau bersama dengan sejumlah sahabat yang lain. Beliau ﷺ mengatakan :_

لَيَمُوتَنَّ رَجُلٌ مِنْكُمْ بِفَلَاةٍ مِنْ الْأَرْضِ يَشْهَدُهُ عِصَابَةٌ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ

*_Sungguh akan wafat salah seorang dari kalian kelak di suatu dataran yang tandus, dan jenazahnya akan disaksikan oleh sekelompok besar kaum mukminin_*
Abû Dzar melanjutkan :

قَالَ فَكُلُّ مَنْ كَانَ مَعِي فِي ذَلِكَ الْمَجْلِسِ مَاتَ فِي جَمَاعَةٍ وَفُرْقَةٍ فَلَمْ يَبْقَ مِنْهُمْ غَيْرِي وَقَدْ أَصْبَحْتُ بِالْفَلَاةِ أَمُوتُ فَرَاقِبِي الطَّرِيقَ فَإِنَّكِ سَوْفَ تَرَيْنَ مَا أَقُولُ فَإِنِّي وَاللَّهِ مَا كَذَبْتُ وَلَا كُذِبْتُ

_Semua sahabat yang saat itu sedang bersamaku di majelis tersebut, telah wafat seluruhnya baik saat masih ada jamaah maupun setelah terjadi perpecahan. Tidak ada dari mereka yang tersisa kecuali hanya diriku saja._

_Saya pun sekarang sedang berada di wilayah yang tandus, dan ajal pun sudah dekat denganku. Lihatlah jalanan di luar, sesungguhnya kamu akan lihat kebenaran yang aku sampaikan ini. Demi Allah, saya sungguh tidak sedang berbohong atau dibohongi._
▫Ummu Dzar bertanya :

قَالَتْ وَأَنَّى ذَلِكَ وَقَدْ انْقَطَعَ الْحَاجُّ

_Bagaimana bisa, padahal jamaah haji sudah pada kembali semua_
▪Abu Dzar menjawab :

قَالَ رَاقِبِي الطَّرِيقَ

_Teruslah perhatikan jalanan!_
فَبَيْنَا هِيَ كَذَلِكَ إِذَا هِيَ بِالْقَوْمِ تَخُدُّ بِهِمْ رَوَاحِلُهُمْ كَأَنَّهُمْ الرَّخَمُ فَأَقْبَلَ الْقَوْمُ حَتَّى وَقَفُوا عَلَيْهَا فَقَالُوا

Tatkala Ummu Dzar sedang memperhatikan jalan, tiba² dia melihat serombongan kaum yang melakukan perjalanan seakan² tampak seperti kawanan burung.

Rombongan tersebut mengarah ke Ummu Dzar dan berhenti di hadapan beliau. Lalu mereka bertanya :

مَا لَكِ

_”Ada apa dengan diri anda?”_
▫Ummu Dzar menjawab :

قَالَتْ امْرُؤٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ تُكَفِّنُونَهُ وَتُؤْجَرُونَ فِيهِ

_Ada seorang muslim yang layak kalian kafani dan kalian akan mendapatkan pahala karenanya?_
🔘 Mereka bertanya :

قَالُوا وَمَنْ هُوَ

_”Siapa orang tersebut?”_
▫Ummu Dzar menjawab :

قَالَتْ أَبُو ذَرٍّ

_*Abû Dzar*_
فَفَدَوْهُ بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ وَوَضَعُوا سِيَاطَهُمْ فِي نُحُورِهَا يَبْتَدِرُونَهُ

Dengan serta  merta mereka berduyun² mulai dari kaum bapak dan ibu² berlomba-lomba memberikan bantuan.
▪Melihat hal ini Abu Dzar pun berkata :

فَقَالَ أَبْشِرُوا أَنْتُمْ النَّفَرُ الَّذِينَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيكُمْ مَا قَالَ أَبْشِرُوا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ

_Beruntunglah kalian wahai rombongan yang telah disebut oleh Rasulullah ﷺ. Berbahagialah kalian karena saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda :_
مَا مِنْ امْرَأَيْنِ مُسْلِمَيْنِ هَلَكَ بَيْنَهُمَا وَلَدَانِ أَوْ ثَلَاثَةٌ فَاحْتَسَبَا وَصَبَرَا فَيَرَيَانِ النَّارَ أَبَدًا

*_Tidaklah dua orang muslim yang ditinggal mati
oleh 2 atau 3 anaknya, lalu keduanya mengharap pahala dari Allah dan bersabar, maka akan terlewat dari neraka._*
ثُمَّ قَدْ أَصْبَحْتُ الْيَوْمَ حَيْثُ تَرَوْنَ وَلَوْ أَنَّ ثَوْبًا مِنْ ثِيَابِي يَسَعُنِي لَمْ أُكَفَّنْ إِلَّا فِيهِ فَأَنْشُدُكُمْ اللَّهَ أَنْ لَا يُكَفِّنَنِي رَجُلٌ مِنْكُمْ كَانَ أَمِيرًا أَوْ عَرِيفًا أَوْ بَرِيدًا

_Lalu, sebagaimana kalian lihat seperti inilah kondisiku saat ini. Sekiranya masih ada pakaianku yang bisa dijadikan kafan, niscaya saya tidak mau dikafani kecuali dengan pakaianku tersebut. Maka saya berumpah kepada Allah agar jangan ada dari kalian, baik itu pemimpin, org yang arif ataupun pengantar surat yang mengafani diriku._

فَكُلُّ الْقَوْمِ كَانَ قَدْ نَالَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا إِلَّا فَتًى مِنْ الْأَنْصَارِ كَانَ مَعَ الْقَوْمِ قَالَ

Semua rombongan saat itu telah membawa kain untuk kafan tersebut, kecuali seorang pemuda Anshar yang sedang bersama mereka. Ia berkata :

أَنَا صَاحِبُكَ ثَوْبَانِ فِي عَيْبَتِي مِنْ غَزْلِ أُمِّي وَأَجِدُ ثَوْبَيَّ هَذَيْنِ اللَّذَيْنِ عَلَيَّ

_Saya adalah sahabatmu. Saya memiliki dua lembar kain dari pemintalan milik ibuku. Saya hanya memiliki dua lembar kain ini saja yang ada padaku._
▪Abu Dzar pun menjawab :

قَالَ أَنْتَ صَاحِبِي فَكَفِّنِّي

_Kamu adalah sahabatku. Tolong kafani aku (setelah aku wafat nanti)_
🗒 Cinere, 19 Muharam 1438 H

✏ @abinyasalma

🌐 abusalma.net | bit.ly/rachdie

Advertisements
Posted in tarbiyah
%d bloggers like this: