Jangan marah 


Istriku adalah…     Bidadari dalam kehidupan dunia ini…
Ia memperdengarkan kepadaku apa yang aku suka untuk didengarkan, dan mendengarkan dariku apa yang aku suka untuk aku ucapkan…
Aib-aibku sangat aku kenali, namun ia tidak pernah melihatnya…
Kekurangan dalam diriku ia sempurnakan dengan keridhaan dirinya serta menasehatiku dengan kasih sayangnya serta kelembutannya…
Ia adalah tiraiku dan kebahagiaanku…     Ia bersamaku dalam bahagia, dan selalu bersamaku dalam kesulitan…

Dalam dua keadaan tersebut, ia tetaplah seorang wanita yang pandai bersyukur…
Jika dunia ini membuatku diriku lelah, maka cukuplah bagiku bahwa istriku bersamaku didalamnya…
Ia menjaga kehormatanku saat aku tidak ada disisinya serta menjaga kehormatan dirinya…
Ia memiliki lisan yang manis karena senantiasa berdzikir kepada Rabbnya…
Ia memiliki hati yang lembut karena selalu khusyu’ beribadah kepada-Nya…
So.. Ketahuilah teman teman..

 

Jika istrimu membangunkan mu pada waktu malam untuk Tahajud.. Jangan marah.. dia mencintaimu..
Jika istrimu meminta kau lebih banyak menghafal surat dalam Al Qur’an… Jangan marah.. dia mencintaimu..
Dan wahai para istri… Jika suami mu menyuruhmu memakai Jilbab dan mengajarimu Agama yang benar.. Jangan marah.. dia mencintaimu..
Para istri, jika suamimu meminta agar engkau tidak menceritakan apa2 yg terjadi dalam rumah sbg gosip..  Jangan marah.. dia mencintaimu.
Para Istri, jika suami mu memintamu untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak anakmu..  Jangan marah.. dia mencintaimu
Wahai para OrangTua.. Jika anakmu meminta bermain dengan mu walau kalian lelah.. Bermain dan bercandalah dgn mereka.. Mereka rindu kepadamu
Wahai para OrangTua.. Tetap tegarlah membawa keluarga kalian berjalan diatas Kitabullah dan Sunnah.. Karena Itulah Cinta.
Semoga manfa’at. 
Twitter @IslamDiaries

Advertisements
Posted in tarbiyah
%d bloggers like this: