Sorry


Ketika hampir satu dunia berpesta pora. Maka kita lebih baik memilih Tidur. Supaya Shubuh gak terlewat. 
Lewatilah malam tahun baru seperti malam-malam lainnya. Bukan malam yg di spesial kan. Ini bukan malam seribu bulan. Ini bukan malam khusus ibadah. Bukan malam begadang. 
Ini adalah malam  Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir. Ini adalah malam yang sebagian besarnya Terjerumus dalam Zina dan hampir non-stop Alkohol. Ini adalah malam yang sebagian besar Menyia-nyiakan Waktu Berharga Dan pemborosan.
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (Qs. Al Isro’: 26-27).
Mau saudaraan sama Syaithan?
Terus Pada tiup terompet. Tau gak itu budaya yahudi?
Nabi memikirkan bagaimana cara mengumpulkan orang untuk shalat berjamaah. Ada beberapa orang yang memberikan usulan. Yang pertama mengatakan, ‘Kibarkanlah bendera ketika waktu shalat tiba. Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar maka mereka akan saling memberi tahukan tibanya waktu shalat’. Namun Nabi tidak menyetujuinya. Orang kedua mengusulkan agar memakai terompet. Nabi pun tidak setuju, lantas beliau bersabda, ‘Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi.’ Orang ketiga mengusulkan agar memakai lonceng. Nabi berkomentar, ‘Itu adalah perilaku Nasrani.’ Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi pun pulang.” (HR. Abu Daud no. 498)
Jadi.. Tinggalkan saja malam yang gak ada manfa’at ini jika kita ikut didalamnya. Tidur, agar bisa bangun pada sepertiga malam Untuk Tahajud dan terus melaksanakan sholat Shubuh. 

Semoga manfaat.
Twitter @IslamDiaries

Instagram @DiariesImage 

Telegram channel IslamDiaries
Sumber Rumayshocom

Advertisements
Posted in tarbiyah
%d bloggers like this: