Halaqoh 45

โ€‹Institut Tazkiyatun Nufus Online:

๐Ÿ“šTazkiyatun Nufus

๐Ÿ”ŠHalaqoh 45

๐Ÿ“–Bab 5: Sebab Hidupnya Hati #11

๐Ÿ”—Istighfar bagian 3

๐Ÿ‘คUstadz Tauhiddin Ali Rusdi Sahal, Lc. 
 

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู’ู…ู 

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‘ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡ 
ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ ู†ูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู’ู†ูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูู‡ูุŒ ูˆูŽู†ูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูุฑููˆู’ุฑู ุฃูŽู†ู’ููุณูู†ูŽุง ูˆูŽ ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุงุชู ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู†ูŽุงุŒ ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‡ู’ุฏูู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ููŽู„ุงูŽ ู…ูุถูู„ูŽู‘ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุถู’ู„ูู„ู’ู‡ ููŽู„ุงูŽ ู‡ูŽุงุฏููŠูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู. ู„ุง ู†ุจูŠู‘ ูˆู„ุง ุฑุณูˆู„ ุจุนุฏู‡.  ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏูุ›

Ikhwan fiddin wa akhawat fillah rohimani wa rohimakumullahu jami’an, alhamdulillฤh kita bersyukur kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla. Pada halaqoh yang keempatpuluh lima ini kita lanjutkan kembali kajian Tazkiyatun Nufus ini, pada halaqah ini membahas bagian akhir dari Al-Istighfar.
Berkata Muallif atau Penulis Syaikh DR Ahmad Farid hafidzhohullahu Taโ€™ala, Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla telah menjelaskan di dalam hadits qudsi, ada tiga sebab atau tiga faktor diantara faktor-faktor terbesar yang menyebabkan ampunan Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla. 
Disebutkan oleh Syaikh, hadits:
ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ ุชูŽุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ูˆูŽุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูŠูŽุง ุงุจู’ู†ูŽ ุขุฏูŽู…ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู…ูŽุง ุฏูŽุนูŽูˆู’ุชูŽู†ููŠ ูˆูŽุฑูŽุฌูŽูˆู’ุชูŽู†ููŠ ุบูŽููŽุฑู’ุชู ู„ูŽูƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠูƒูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูุจูŽุงู„ููŠ ูŠูŽุง ุงุจู’ู†ูŽ ุขุฏูŽู…ูŽ ู„ูŽูˆู’ ุจูŽู„ูŽุบูŽุชู’ ุฐูู†ููˆุจููƒูŽ ุนูŽู†ูŽุงู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ุซูู…ู‘ูŽ ุงุณู’ุชูŽุบู’ููŽุฑู’ุชูŽู†ููŠ ุบูŽููŽุฑู’ุชู ู„ูŽูƒูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูุจูŽุงู„ููŠ ูŠูŽุง ุงุจู’ู†ูŽ ุขุฏูŽู…ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽุชูŽูŠู’ุชูŽู†ููŠ ุจูู‚ูุฑูŽุงุจู ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุง ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽู‚ููŠุชูŽู†ููŠ ู„ูŽุง ุชูุดู’ุฑููƒู ุจููŠ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ู„ูŽุฃูŽุชูŽูŠู’ุชููƒูŽ ุจูู‚ูุฑูŽุงุจูู‡ูŽุง ู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู‹
Dari sahabat yang mulia Anas bin Malik radhiyallฤhu Ta’ฤlฤ ‘anhu, beliau berkata, telah bersabda Rasulullah, Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla telah berfirman: 
“Wahai anak Adam, selama engkau berdoa kepadaKu dan berharap kepadaKu, niscaya aku ampuni semua dosa yang ada pada engkau dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, sekiranya dosamu sampai setinggi awan dilangit, kemudian engkau meminta ampun kepadaKu, niscaya aku mengampunimu. Wahai anak Adam, sekiranya engkau datang kepadaKu dengan dosa sepenuh bumi, kemudian menemuiKu dengan engkau tidak menyekutukanKu dengan sesuatu apapun, maka aku niscaya akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi pula. 

(HR Imam Tirmidzi, Imam Darimi dan dihasankan oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albany rahimahullฤhu Taโ€™ฤla).
Lihat dalam hadits yang mulia ini, dikatakan oleh Syaikh bahwa ada tiga faktor yang menjadi sebab datangnya ampunan Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla:
(1) Yang pertama adalah berdoa dan berharap ampunan Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla, yaitu pada lafadz:
ูŠูŽุง ุงุจู’ู†ูŽ ุขุฏูŽู…ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู…ูŽุง ุฏูŽุนูŽูˆู’ุชูŽู†ููŠ ูˆูŽุฑูŽุฌูŽูˆู’ุชูŽู†ููŠ ุบูŽููŽุฑู’ุชู ู„ูŽูƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠูƒูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูุจูŽุงู„ููŠ
โ€œWahai anak Adam, sungguh selama engkau berdoa kepadaKu dan berharap kepadaKu, niscaya aku ampuni semua dosa yang ada padamu dan Aku tidak peduliโ€
Karena Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla telah menjanjikan bagi siapa saja yang berdoa, akan dikabulkan. 
ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจู‘ููƒูู…ู ุงุฏู’ุนููˆู†ููŠ ุฃูŽุณู’ุชูŽุฌูุจู’ ู„ูŽูƒูู…ู’
“Dan Rabbmu telah berfirman, berdoalah kepadaKu, niscaya aku akan perkenankan bagimu.” 

(QS Al-Mukmin : 60)
(2) Kemudian faktor yang kedua adalah memohon ampun kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla, beristighfar, yaitu lafazh. 
ูŠูŽุง ุงุจู’ู†ูŽ ุขุฏูŽู…ูŽ ู„ูŽูˆู’ ุจูŽู„ูŽุบูŽุชู’ ุฐูู†ููˆุจููƒูŽ ุนูŽู†ูŽุงู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ุซูู…ู‘ูŽ ุงุณู’ุชูŽุบู’ููŽุฑู’ุชูŽู†ููŠ ุบูŽููŽุฑู’ุชู ู„ูŽูƒูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูุจูŽุงู„ููŠ
โ€œWahai anak Adam, seandainya dosamu sampai setinggi awan dilangit, kemudian engkau memohon ampunan kepadaKu, niscaya aku ampuni dan aku tidak peduliโ€.
Maka istighfar adalah salah satu faktor dan sebab terampuninya dosa-dosa. Walaupun dosa itu setinggi awan dilangit, sepanjang mata memandang, apabila dia beristighfar memohon ampun kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla, maka Allฤh akan mengampuninya.
(3) Kemudian faktor yang ketiga atau sebab yang ketiga, datangnya ampunan Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla adalah โ€œAtTauhidโ€ yaitu memurnikan ibadah hanya kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla dan meninggal dalam kondisi tidak menyekutukan Allฤh sama sekali.
Sebagaimana lafadz tadi:
ูŠูŽุง ุงุจู’ู†ูŽ ุขุฏูŽู…ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽุชูŽูŠู’ุชูŽู†ููŠ ุจูู‚ูุฑูŽุงุจู ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุง ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽู‚ููŠุชูŽู†ููŠ ู„ูŽุง ุชูุดู’ุฑููƒู ุจููŠ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ู„ูŽุฃูŽุชูŽูŠู’ุชููƒูŽ ุจูู‚ูุฑูŽุงุจูู‡ูŽุง ู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู‹
โ€œWahai anak Adam, seandainya engkau menemuiKu dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian menemuiKu dalam keadaan tidak mempersekutukan Aku sedikitpun, niscaya aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi pula.โ€
Maka dalam hadits yang mulia ini, jelas sekali bahwa faktor penyebab datangnya ampunan Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla yaitu memurnikan tauhid dari kesyirikan. Dan inilah faktor yang paling agung, faktor penentu diantara tiga faktor tadi. Barang siapa kehilangan faktor penyebab ini, maka dia telah kehilangan ampunan Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla. Karena Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla telah berfirman:
ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ ู„ูŽุง ูŠูŽุบู’ููุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุดู’ุฑูŽูƒูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู ู…ูŽุง ุฏููˆู†ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุดูŽุงุกู
โ€œSesungguhnya Allฤh tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik itu, bagi siapa yang dikehendakiNyaโ€.  

(QS Annisaa : 48)

 

Oleh karena itu, syarat mutlak agar diampuni oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla atas dosa-dosa yang kita lakukan, adalah dengan bertauhid, mentauhidkan Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla sampai akhir hayat, sampai kita datang kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla. 
Kemudian dikatakan oleh Syaikh DR Ahmad Farid, โ€œMaka secara global, obat dari segala dosa adalah istighfar.โ€ 
Karena dosa-dosa/kemaksiatan, tumpukan-tumpukan maksiat/tumpukan-tumpukan dosa, akan bisa dibersihkan dengan istighfar.
Berkata Qatadah, โ€œSesungguhnya AlQurโ€™an ini menunjukkan kepada kalian atas penyakit kalian dan juga penawar dari penyakit kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa-dosa, sedangkan penawar dosa-dosa kalian/penyembuh dosa-dosa kalian adalah istighfarโ€.
Di dalam AlQurโ€™an disebutkan tentang maksiat, tentang dosa, tentang akibat dari umat-umat terdahulu adalah karena perbuatan kelalaian/dosa yang mereka lakukan kepada Rabbul Izzati wal Jalฤl, kepada umat manusia, baik Syuh(kikir), kebathilan, baik ketidakadilan, dusta, kedholiman, berbuat curang dan seterusnya, Allฤh  timpakan adzab.
Maka Allฤh beri solusi bagi umat ini, ditunjukkan di dalam AlQurโ€™an, bahwa obat agar tidak datangnya adzab, agar datangnya rahmat Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla, sebagai ganti dari adzab adalah dengan banyak beristighfar, memohon ampun kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla. Dan seorang tidaklah bisa istighfar, mampu untuk beristighfar, kecuali hal itu adalah  berarti Allฤh menghendaki kepada seseorang tersebut, agar orang tersebut tidak diadzab oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla.
Sebagaimana disebutkan dalam kitab ini, Ali radhiyallฤhu Ta’ฤlฤ ‘anhu berkata:
โ€œTidaklah Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla mengilhamkan kepada seorang hamba beristighfar, sedangkan Allฤh menginginkan menyiksanyaโ€
Artinya tidak mungkin ketika Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla mengilhamkan, memberikan taufik/hidayah agar seseorang punya kemampuan untuk istighfar, kemudahan di dalam istighfar kemudian Allฤh akan mengadzabnya. Tidak mungkin!

Tidak mungkin bagi Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla demikian! Karena taufik/kemudahan seseorang untuk beristighfar, menunjukkan berarti Allฤh menyayanginya, Allฤh merahmatinya dan menjauhkan dari adzabNya.
Oleh karena itu, berarti perbanyaklah istighfar di rumah-rumah kalian, di jalan-jalan kalian, di pasar-pasar kalian, di atas meja makan kalian, dimanapun kalian berada. Karena kalian tidak tahu dimana akan datangnya/turunnya ampunan Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla. 
Oleh karenanya jika hati ini keras membatu, hati ini kaku, hati ini tidak peka lagi di dalam melihat suatu kebaikan ataupun keburukan, maka lembutkanlah dengan banyak istighfar, memohon ampun kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla.
Demikian ikhwan fiddin wa akhawat fillah rohimani wa rohimakumullah. Semoga berfaedah dan bermanfaat, ini yang bisa saya sampaikan.
ู‡ุฐุง ู…ุง ุฃู‚ูˆู„ ู„ูƒู…

ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆ ุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†ุŒ ูˆ ุงู„ุญู…ุฏ ุงู„ู„ู‡ ุฑุจู‘ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

 ุซู… ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู  

โœ Disalin oleh Tim Transkrip 

โœ… Dimuraja’ah oleh Ustadz Tauhiddin Ali Rusdi Sahal, Lc.

๐Ÿ“š Berdasarkan kitab Tazkiyatun Nufus (penulis Syaikh Dr. Ahmad Farid)

Advertisements
Posted in tarbiyah
%d bloggers like this: