4 tanda


๐Ÿ‘ค Ustadz Zainal Abidin,  Lc

๐Ÿ“” Materi Tematik | Ciri-Ciri Orang Yang Terkena Fitnah 

โฌ‡ Download audio: bit.ly/BiAS-Tmk-ZA-CiriKenaFitnah

๐ŸŒ Sumber: https://youtu.be/TgzP5PqEyr4

———————————–
*CIRI-CIRI ORANG YANG TERKENA FITNAH*

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡ 

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ุจูุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ูฐ ูˆูŽุฏููŠู†ู ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ู„ููŠูุธู’ู‡ูุฑูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ูƒูู„ู‘ูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุฑูู‡ูŽ ุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููˆู†ูŽุŒ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูฐู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ูุŒ 

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูุŒ ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽุŒ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠุฏูŒุŒ
Kaum muslimin yang berbahagia, Shahฤbat BiAS yang dirahmati oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla. 
Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam menegaskan: 
ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุนููŠุฏูŽ ู„ูŽู…ูŽู†ู’ ุฌูู†ู‘ูุจูŽ ุงู„ู’ููุชูŽู†ูŽ
_”Sesungguhnya orang yang paling berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah.”_
(Hadฤซts, shahฤซh riwayat Abลซ Dฤwลซd nomor 4263)
Dari sini kita bisa pahami bahwa orang yang paling celaka, orang yang  paling sengsara dan binasa adalah orang yang menceburkan bahkan menjadi dalang dalam fitnah. 
โ—† Tanda-tanda orang tercebur ke dalam fitnah ada 4 (empat), yaitu: 

โ‘ด Dia memandang yang dulunya halal sekarang dianggap harฤm atau (sebaliknya) yang dulunya harฤm sekarang dianggap halal. 
Demikian itu bukan karena dulu dia tidak mengerti dalฤซlnya kemudian sekarang paham, bukan! 
Atau dulu dia tidak memahami dalฤซl itu dengan benar, sekarang paham, tidak! 
Tapi murni pengaruh-pengaruh negatif lingkungan yang ada disekitarnya.
Bisa karena: 
โˆš Buku bacaan yang dia baca.

โˆš Teman yang mengitarinya atau,

โˆš Jama’ah kelompok yang diikutinya.
Sehingga muncul berbagai macam syubhat yang ada diotaknya (pikirannya)
Dengan demikian Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam menegaskan bahwa: 
ุจูŽุงุฏูุฑููˆุง ุจูุงู„ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ููุชูŽู†ู‹ุง ูƒูŽู‚ูุทูŽุนู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูุธู’ู„ูู…ู ูŠูุตู’ุจูุญู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ู…ูุคู’ู…ูู†ู‹ุง ูˆูŽูŠูู…ู’ุณููŠ ูƒูŽุงููุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ูŠูู…ู’ุณููŠ ู…ูุคู’ู…ูู†ู‹ุง ูˆูŽูŠูุตู’ุจูุญู ูƒูŽุงููุฑู‹ุง ูŠูŽุจููŠุนู ุฏููŠู†ูŽู‡ู ุจูุนูŽุฑูŽุถู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง 
_”Segeralah beramal sebelum datangnya fitnah seperti malam yang pekat (gelap gulita). Di pagi hari seorang dalam keadaan beriman, lalu kafir pada sore hari. Di sore hari seorang dalam keadaan beriman lalu kafir pada pagi harinya. Dia menjual agamanya dengan kenikmatan dunia.”_
(Hadฤซts riwayat Muslim nomor 169 versi Syarh Muslim nomor 118) 
Dengan demikian suatu yang paling ditakutkan oleh seorang mu’min adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada keagamaannya (fitnah yang menimpa agamanya). 
Sehingga Hudzaifah Ibnu Yaman mengatakan:
 ููŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ุถู‘ูŽู„ุงู„ูŽุฉูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุงู„ุถู‘ูŽู„ุงู„ูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุนู’ุฑูููŽ ู…ูŽุง ูƒูู†ู’ุชูŽ ุชูู†ู’ูƒูุฑู, ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุชูู†ู’ูƒูุฑูŽ ู…ูŽุง ูƒูู†ู’ุชูŽ ุชูŽุนู’ุฑููู, ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูŽ ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽู„ูŽูˆู‘ูู†ูŽ ูููŠ ุฏููŠู†ู ุงู„ู„ู‡ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰, ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฏููŠู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽุงุญูุฏูŒ. (ุดุฑุญ ุฃุตูˆู„ ุงุนุชู‚ุงุฏ ุฃู‡ู„ ุงู„ุณู†ุฉ ูˆุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ู„ู„ู„ุงู„ูƒุงุฆูŠ)
_”Ketahuilah, kesesatan dari biang kesesatan adalah engkau anggap baik yang dulunya kamu ingkari dan kamu ingkari yang dulunya kamu anggap baik. Dan waspadalah terhadap warna-warni di dalam agama Allฤh Ta’ฤlฤ. Sesungguhnya agama Allฤh satu.”_
(Kitab Syarh Ushul I’tiqฤd Ahlus Sunnah wal Jama’ah oleh Imam Al Lฤlikai) 

โ‘ต Berwarna-warni di dalam agamanya (ุงู„ุชู‘ูŽู„ูŽูˆู‘ูู†ูŽ ูููŠ ุฏููŠู†ู).
Berpindah-pindah di dalam prinsipnya dan tidak memiliki satu pegangan yang tetap di dalam agamanya. 
Ini yang dikatakan oleh Ummar bin AbdulAziz akibat banyaknya debat, banyaknya adu mulut. 
ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ุงู„ุฎูุตููˆู’ู…ูŽุงุช ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ุชูŽู†ูŽู‚ู‘ูู„ูŽ
_”Barangsiapa yang banyak adu mulut, maka dia akan gampang (banyak) untuk berubah.”_
Shahฤbat BiAS yang berbahagia. 
Menjadi muslim dimana di dalam memegang prinsipnya, bak air di daun talas adalah ciri orang munฤfiq. 
Dan memberikan warna shibqhah Islฤm di dalam dirinya berubah-ubah seperti bunglon adalah suatu yang berbahaya. 
Karena kata Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam bahwa manusia paling buruk adalah ุฐุง ุงู„ูˆุฌู‡ูŠู†, manusia yang memiliki dua wajah. 
Dengan demikian kata Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam:
 ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูŽ ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽู„ูŽูˆู‘ูู†ูŽ ูููŠ ุฏููŠู†ู
_”Waspadalah kamu terhadap sikap berubah-ubah warna di dalam agama.”_
โˆš Yang kemarin dia katakan sesat, sekarang dia katakan benar. 

โˆš Yang kemarin dikatakan manhaj sekarang dikatakan khilafiyyah. 
Contoh: 
โ‡’ Banyak orang yang dulu menganggap safarnya wanita tanpa mahram adalah harฤm, tetapi sekarang dipandang halal. 
โ‡’ Demo dulu dianggap perkara manhaj sekarang ternyata khilafiyyah. 
Ini masalah berat. 

3.  Mengikuti syubhat (ุงุชุจุน ุงู„ู…ุชุดุงุจู‡ุงุช) dan tidak mau mengembalikan kepada yang muhkamat.
Ini jelas sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla: 
ููŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูููŠ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ุฒูŽูŠู’ุบูŒ ููŽูŠูŽุชู‘ูŽุจูุนููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ุชูŽุดูŽุงุจูŽู‡ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุงุจู’ุชูุบูŽุงุกูŽ ุงู„ู’ููุชู’ู†ูŽุฉู ูˆูŽุงุจู’ุชูุบูŽุงุกูŽ ุชูŽุฃู’ูˆููŠู„ูู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุชูŽุฃู’ูˆููŠู„ูŽู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู
_”Adapun orang-orang yang ada di dalam hatinya penyimpangan ( ุฒูŽูŠู’ุบูŒ) maka dia akan mengikuti yang mutasyฤbih dalam rangka untuk mencari-cari takwil yang bathil dan mengikuti hal-hal yang sifatnya menyimpang, takwil-takwil yang tidak benar dalam hal-hal yang sebetulnya tidak tahu takwil secara benar kecuali Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla.”_
(QS Al ‘Imrฤn: 7)
Kita temui banyak diantara tokoh, diantara mereka yang dikatakan ulamฤ atau minimal ahlul ‘ilmi yang dulu sangat tegas di dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan keagamaan, sangat bagus di dalam menjabarkan naskh-naskh yang muhkamah, tetapi setelah beberapa kondisi melalui dia (masa melewati dia) maka hal-hal yang diangkat kebanyakan adalah mutasyabihat. 

Dan tanda orang tercebur ke dalam fitnah dan akhirnya bisa menjadi dalang fitnah adalah:
4. Mentolerir kebatilan dan bahkan memberikan banyak toleran terhadap berbagai macam penyimpangan-penyimpangan (ุงู„ุชุณูˆูŠุบ ู„ู„ุจุงุทู„ ูˆุชุนุฏูŠู„ ู„ู‡).
Diawali dengan mereka memuji tokoh-tokoh kebathilan, mendekati tokoh-tokoh kebathilan bahkan kompromi dengan kebathilannya. 
Akhirnya tidak mau ngomong terhadap berbagai macam penyimpangan-penyimpangan agama, baik itu syirik, bid’ah maupun kufur bahkan memusuhi (menyalahkan) orang yang selama ini menjelaskan kebathilan. 
Menyalahkan orang yang menjelaskan tentang kebid’ahan entah karena dikatakan melawan banteng, melawan berbagai macam kekuatan-kekuatan yang mayoritas atau dia telah menabrak tembok keras yang itu akan membahayakan dirinya sendiri.
Minimal takut dakwahnya hilang dari peredaran masyarakat atau terpicunya masa rakyat kecil untuk melawan dia dan berbagai macam alasan-alasan yang ada. 
Semoga kita semuanya bisa terhindar dari empat yang menjadi ciri khas orang terjatuh kedalam fitnah yang suatu ketika akan menjadi dalang fitnah. 
Saya ulas lagi, 
(1). Yang dulu dianggap harฤm sekarang menjadi halal atau sebaliknya. 
(2). Berubah-ubah warna dalam berdakwah, beragama dan dalam mengikuti ajaran dien.
(3). Mengikuti yang syubhat dan meninggalkan yang muhkamat.
(4). Mentolerir kebathilan, toleran terhadap berbagai macam penyimpangan-penyimpangan. 
Semoga Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla menjauhkan kita dari itu semua dan kita diberikan keteguhan oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla di dalam berpijak, memegang prinsip sampai kita bertemu Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla.
ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ
_”Wahai orang-orang yang berimฤn, bertaqwalah kepada Allฤh sebenar-benar taqwa dan janganlah sekali-kali kamu mati (bertemu Allฤh) melainkan dalam keadaan beragama Islฤm.”_
(QS Al ‘Imrฤn: 102)
ุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุงุณุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ ู„ููŠู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุณุชุบูุฑ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนุธูŠู… ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ู‡ูˆ ุงู„ุบููˆุฑ ุงู„ุฑุญูŠู…

ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‘ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡ 
____________________________ 
โ—† Mari bersama mengambil peran dalam dakwah…

Dengan menjadi Donatur Rutin Program Dakwah Cinta Sedekah
1. Pembangunan & Pengembangan Rumah Tahfizh 

2. Support Radio Dakwah dan Artivisi

3. Membantu Pondok Pesantren Ahlu Sunnah Wal Jamaah di Indonesia
Silakan mendaftar di : 

http://cintasedekah.org/ayo-donasi/
*Hidup Berkah dengan Cinta Sedekah*

๐ŸŒŽwww.cintasedekah.org

๐Ÿ‘ฅ https://web.facebook.com/gerakancintasedekah/

๐Ÿ“บ youtu.be/P8zYPGrLy5Q

—————————————

Advertisements
Posted in tarbiyah
%d bloggers like this: