Laa haula wa laa quwwata illaa billah

Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, meminta tolong kepada-Nya, meminta ampun kepada-Nya, kami berlindung kepada-Nya dari keburukan diri kami dan amal-amal kami. Siapa yang Allah beri petunjuk, tak akan ada yang mampu menyesatkannya. Siapa yang Allah sesatkan, tak akan ada yang mampu memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah saja, tak ada sekutu bagi-Nya. Aku pula bersaksi bahwa Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah hamba sekaligus utusan-Nya.

Berikut kami sebutkan beberapa keutamaan berdzikir dengan kalimat Laa haula wa laa quwwata illaa billah.

Pertama: Kalimat tersebut adalah ungkapan yang diwasiatkan nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam agar pengucapannya dikuantitaskan.

Abu Hurairah menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

اكثروا من قول لاحول ولاقوه الا بالله فانها من كنوز الجنه

“Perbanyaklah ucapan Laa haula wa laa quwwata illaa billah karena ia adalah salah satu simpanan kekayaan Surga.” (Dishahihkan oleh al-Albaniy dalam Shahih al-Jami’ no 1214)

Kedua: Pesan Ibrahim alaihissalam untuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

Abu Mas’ud menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لقيت ابراهيم عليه السلام ليله اسرى بي فقال يا محمد اقرئ امتك مني السلام واخبرهم ان الجنه طيبه التربه عذبه الماء وان غراسها سبحان الله والحمدلله والااله الاالله والله اكبر

“Aku bertemu Ibrahim alahissalam di malam aku di-isra’kan. Beliau berkata kepadaku, “wahai Muhammad, sampaikanlah salam untuk umatmu dariku dan kabarkanlah mereka bahwa tanah surga adalah tanah bagus, berair segar dan tanaman-tanamannya adalah Subhanallah, Alhamdulillah dan Laa ilaha illallah dan Allahu akbar. (Diriwayatkan at-Tirmidziy dan ath-Thabariy dalam ash-Shagir dan al-Aushath. Beliau menambahkan ucapan Laa haula wa laa quwwata illaa billah)

Ketiga: Ungkapan Laa haula wa laa quwwata illaa billah adalah salah satu pintu Surga.

Muadz ibn Jabal menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

الادلك على باب من ابواب الجنه قال:وماهو؟قال لاحول ولاقوه الابال

“Maukah aku tunjukkan engkau salah satu pintu Surga?” Dia menjawab, “apa?” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab, “Laa haula wa laa quwwata illaa billah.” (HR Ahmad dan ath-Thabariy. Dishahihkan al-Albaniy dalam at-Targhib wa at-Tarhib no. 1581)

Keempat: Ungkapan tersebut adalah salah satu simpanan kekayaan Surga

Abu Musa radhiyallahu anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepadanya:

 قل لاحول ولاقوه الابالله فانها كنزمن كنوز الجنه

“Ucapkanlah Laa haula wa laa quwwata illaa billah karena itu adalah salah satu simpanan kekayaan Surga.” (HR al-Bukhariy, Muslim, Abu Daud, at-Tirimidziy, an-Nasa’iy dan Ibnu Majah)

Kelima: Ungkapan Laa haula wa laa quwwata illaa billah adalah tanaman Surga

Abu Daud al-Anshariy radhiyallahu anhu mengatakan bahwa pada malam Isra, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melewati Ibrahim alaihissalam. Ibrahim alaihissalam pun bertanya:

من معك ياجبرائيل

“Siapa yang bersamamu itu, wahai Jibril?”

Jibril menjawab, “Ini Muhammad.”

Maka Ibrahim alaihissalam pun berpesan kepada nabi shallallahu alaihi wasallam:

يا محمد مر امتك فليكثروا من غراس الجنه فان تربتها طيبه وارضها واسعه قال وما غراس الجنه قال لاحول ولاقوه الابالله

“Wahai Muhammad, perintahkan lah umatmu agar memperbanyak tanaman Surga karena tanah Surga sangat bagus dan begitu luas.” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bertanya, ‘Apa tanaman Surga itu?’ Ibrahim alaihissalam menjawab, ‘Laa haula wa laa quwwata illaa billah.’” (HR Ahmad dengan isnad yang hasan; Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Dishahihkan al-Albaniy  dalam at-Targhib dan at-Tarhib no. 1583)

Keenam: Sebab ampunan dari Allah.

Hal ini tertera dalam riwayat an-Nasa’iy dari Abu Hurairah saja secara marfu:

 من قال الااله الاالله والله اكبر الااله الاالله وحده لااله الاالله ولاشريك له الاله الاالله له الملك وله الحمد لااله الاالله ولاحول ولاقوه الابالله بعقدهن خمسا باصابعه ثم قال من قالها في يوم او في ليله او في شهر ثم مات في ذلك اليوم او في تلك الليله او في ذلك الشهر غفرله ذنبه

“Siapa yang mengucapkan “laa ilaha illallah wallahu akbar, laa ilaha illallah wahdah, laa ilaha illallah walaa syarika lahu, laa ilaha illallah lahu almulku walahu alhamdu, laa ilaha illallah wa laa haula walaa quwwata illa billah” dengan cara menghitung lima kali dengan jemari di siang, malam hari atau di sebuah bulan lalu meninggal di siang, malam hari atau bulan itu maka Allah akan mengampuni dosanya.” (Dishahihkan al-Albaniy  dalam at-Targhib wa at-Tarhib no. 3481)

Ketujuh: Penjagaan dari syaithan

Dari Anas radhiyallahu anhu menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

اذا خرج الرجل من بيته فقال بسم الله توكلت على الله ولاحول ولاقوه الابالله فيقال له :حسبك قد هديت وكفيت ووفيت فيتنحى له الشيطان فيقول له شيطان اخر:كيف لك برجل قدهدي وكفى ووفى؟

“Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu berdo’a, “bismillah tawakkaltu ‘alallahi walaa haula walaa quwwata illaa billah” maka malaikat akan berkata kepadanya, “Cukup. Engkau telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga.” Lantas para syaitan menyingkir darinya. Seorang syaitan berkata kepada mereka, “bagaimana kalian ini bisa mengganggu seseorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan, dan dijaga?”” (HR Abu Daud dan Ibnu Hibban. Dishahihkan oleh al-Albaniy dalam Shahih al-Jamiy no. 449)

Beberapa Pernyataan Ulama tentang Ungkapan Laa Haula wa Laa Quwwata Illaa Billah

Imam an-Nawawiy berkata:

قال العلماء:سبب ذلك انها كلمه استسلام وتفويض الى الله تعالى واعتراف بالاذعان له وانه لاصانع غيره ولاراد لامره وان العبد لايملك شيئا من الامر ومعنى الكنز هنا انه ثواب مدخر في الجنه

“Para ulama mengatakan bahwa kalimat Laa haula wa laa quwwata illaa billah (memiliki keutamaan agung -ed) karena kalimat tersebut adalah ungkapan penerimaan dan penyerahan diri kepada Allah dan pengakuan bahwasanya tak ada pencipta selain-Nya, tak ada yang mampu menolak ketentuan-Nya dan seorang hamba tak mampu menguasai apapun. Makna dari al-Kanz (simpanan kekayaan, seperti yang tertera dalam hadits-hadits di atas -ed) adalah pahala yang tersimpan di Surga.”

Ibnu Rajab mengungkapkan:

فان المعنى لاتحول العبدمن حال الى حال ولاقوه له على ذلك الابالله وهذه كلمه عظيمه وهي كنز من كنوز الجنه

“Makna ungkapan Laa haula wa laa quwwata illaa billah adalah bahwa seorang hamba tak mampu berpindah dari satu keadaan ke keadaan yang lain dan tak memiliki daya upaya dalam melakukan hal tersebut kecuali dengan (kekuatan dan taufik -ed) dari Allah. Kalimat tersebut adalah ungkapan agung dan merupakan salah satu simpanan kekayaan Surga.”

Ibnul Qayyim berkata:

هذه الكلمه لها تاثير عجيب في معاناة الاشغال الصعبه وتحمل المشاق والدخول على الملوك ومن يخاف

“Kalimat ini mengandung pengaruh yang luar biasa dalam menanggung beban pekerjaan yang sulit dan keras, atau saat menghadap raja dan orang yang ditakuti”

Syaikhul Islam ibn Taimiyyah berkata:

هذه الكلمه بها تحمل الاثقال وتكابد الاهوال وينال رفيع الاحوال

“Dengan ungkapan ini maka beban berat akan terangkat, sirnalah rasa takut dan dia -yang mengucapkannya- akan mencapai keadaan yang terbaik.”

___
Diterjemahkan dari www.riadalsona.com

Penerjemah: Yani Fahriansyah

Sumber: https://isyhadu.com/125225-keutamaan-kalimat-laa-haula-wa-laa-quwwata-illa-billah.html

Advertisements