Al Jannah, 2


👤 Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA

📘 Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir

🔊 Halaqah 72 | Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bagian Kedua)

⬇ Download Audio : bit.ly/BiAS-AR-S05-H72

_________________________
AL-JANNAH DAN KENIKMATANNYA (BAGIAN KEDUA)

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين 

Halaqah yang ke-72 dari silsilah beriman kepada hari akhir adalah tentang Al-Jannah dan kenikmatannya bagian yang k-2
Luas surga adalah seluas langit dan bumi. Allāh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ 
“Dan hendaklah kalian berlomba-lomba untuk mendapatkan ampunan dari Rabb kalian, dan berlomba untuk mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”
(Ali Imrān: 133)
Para penduduk surga akan mendapatkan rumah-rumah yang mewah. Allāh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لَٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ مَبْنِيَّةٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ 
“Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Allāh, bagi mereka kamar-kamar di dalam surga yang diatasnya ada kamar-kamar yang dibangun, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.”
(QS Az-Zumar:  20)
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan tentang bangunan dan tanah di surga ketika beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam ditanya oleh para sahabat tentang bangunan surga. Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata:
“Batu bata dari perak dan batu bata dari emas, lumpurnya berbau wangi kasturi yang sangat harum, kerikilnya mutiara dan batu mulia, tanahnya elok seperti warna za’faron.”
(Hadits shahih riwayat Tirmidzi)
Di dalam sebuah hadits Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan:
“Bahwasanya orang yang sholat 12 raka’at setiap hari akan dibangunkan rumah di dalam surga.”
(HR Muslim)
Dan maksud dari 12 raka’at adalah shalat rawatib yang terdiri dari: 

~ 4 raka’at sebelum dzuhur, 

~ 2 raka’at setelah dzuhur, 

~ 2 raka’at setelah magrib, 

~ 2 raka’at setelah isya dan 

~ 2 raka’at sebelum subuh.
Di dalam surga juga ada kemah. Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Kemah di dalam surga terbuat dari mutiara-mutiara yang berongga dalamnya, tinggi kemah tersebut 30 mil ke atas.”
(HR Bukhari)
Allāh Subhanahu Wa Ta’ala mengabarkan di dalam surat Al-Baqarah ayat 25 dan juga ayat-ayat yang lain bahwasanya surga mengalir di bawahnya sungai-sungai.
Dan Allāh Subhanahu Wa Ta’ala mengabarkan di dalam ayat yang lain bahwa di dalam surga:

~ ada sungai dari air yang tidak akan payau, 

~ ada sungai-sungai dari susu yang tidak akan berubah rasanya, 

~ ada sungai-sungai dari khamer yang lezat bagi orang-orang yang meminumnya, dan 

~ ada sungai-sungai dari madu yang tersaring lagi bersih. 
(Lihat surat Muhammad ayat 15).
Dan diantara sungai-sungai surga adalah Al-Kautsar, sungai yang Allāh berikan untuk Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam. 
Allāh Subhānahu wa Ta’āla  berfirman:
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
“Sungguh kami telah memberimu wahai Muhammad Al-Kauwstar”

(QS Al-Kauwstar: 1)
Di dalam surga juga ada mata air-mata air yang mengalir. Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam kebun-kebun (surga) dan mata air-mata air yang mengalir.”

(QS Adh-Dhriyat: 15)
Dan diantara nama mata air surga adalah Salsabil. (Lihat QS Al-Insan: 18)
Di dalam surga juga ada pohon-pohon. Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyebutkan di dalam sebuah hadits:
“Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pohon yang apabila seorang pengendara berjalan menuruti bayangannya, yaitu bayangan pohon tersebut, niscaya 100 tahun dia tidak akan selesai.”
(HR Bukhari)
Dan diantara pohon surga adalah Sidratul Muntaha, yang Allah sebutkan di dalam surat An-Najm ayat yang ke 14. 
Adapun bau wanginya maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan di dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah:
 وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ خَرِيفً
“Sungguh bau wangi surga tercium dari jarak perjalanan 70 tahun.”
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
‘Abdullāh Roy

Di kota Al Madīnah
✒Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS

_________________________________

Advertisements
Posted in tarbiyah
%d bloggers like this: